Penulis : BAKRI
CERPEN
Sedikit dokumentasi tentang perjalanan ini.
Membaca tidak akan membuang waktumu dengan sia sia!
Terbangun dari tidurku dan bermimpi entah itu mimpi apa terasa tidak jelas,
Aku menengok teras hanya ada buku dan puntung rokok sisa semalam ditemani gitar tuaku.
Lalu kulihat ibuku yang sedang membersihkan halaman rumah,
Akupun bergegas pergi ke kamar mandi
12:00 kumulai menggendong ranselku
Dan memakai pakaian yang biasa aku pakai untuk mendaki menghampiri satu teman ku.
14:00 aku mulai menemui kedua teman ku dengan berboncengan.
Sebelum berangkat, enggang bertanya padaku,
Tanya enggang padaku: ga kamu tau uangku??
Balasku: "entah"
Ternyata uangnya sebesar 50rb hilang entah kemana.
Lalu aku menengok jam yang semakin sore seperti seakan akan waktu diputar lebih cepat, aku mulai bergegas berangkat meninggalkan desa sejuta cerita, agar aku bisa melupakan dia, dia yang telah memilih harta dibanding cinta.
Setelah sekitar satu setengah jam aku mengendarai sepeda motor, tiba tiba ban sepeda motor yang di tumpangi lemong dan rimba Bocor di salah satu desa yaitu desa BAYAH.
Aku berhenti sejenak merebahkan pinggang yang terasa sangat pegal sekali, setelah itu kami lanjutkan perjalanan Pukul 05:45 kami memilih mencari mesjid di sepanjang jalan agar kami bisa solat
Alhasil kami tidak menemukan masjid itu
tidak lama kemudian aku dan enggang di depan membawa motor terdengar suara handphone ku? Ternyata lemonk.
Ucap lemonk: kembali lagi aku nyaris mati tadi rem belakang ku tiba tiba blong.
Terpaksa aku harus kembali.
Dan aku menunggu montir yang sedang menyerpis rem belakang motor teman ku, sampai sesudah Maghrib aku Melanjutkan perjalana.
Pukul 20:00 aku hampir sampai di tempat tujuan. Dan kali ini aku yang hampir mati rem motorku mendadak entah mengapa tidak bisa menahan jalan turunuan yang sangat parah itu, alhamdulilah enggang tidak lepas kendali.
Sesampai nya di tujuan aku bergegas menghampiri penjaga pos taman Nasional gunung halimun/salak.
untuk membayar simaksi.
Dan aku menikmati pengalaman itu,
Rimba mulai memasak mie goreng rasa perasaan, pikirku "mengapa aku kembali memikirkan dia?? Sementara aku pergi untuk melupakan dia, ternyata memang benar dia yang selalu ada di pikiranku disetiap detik waktuku, dan aku mulai berpikir "melupakan apa yang harus dilupakan itu bukan pergi" tetapi mengikhlaskan! sedikit ceritaku selebihnya aku buku kan.🙂
CERPEN
Sedikit dokumentasi tentang perjalanan ini.
Membaca tidak akan membuang waktumu dengan sia sia!
Terbangun dari tidurku dan bermimpi entah itu mimpi apa terasa tidak jelas,
Aku menengok teras hanya ada buku dan puntung rokok sisa semalam ditemani gitar tuaku.
Lalu kulihat ibuku yang sedang membersihkan halaman rumah,
Akupun bergegas pergi ke kamar mandi
12:00 kumulai menggendong ranselku
Dan memakai pakaian yang biasa aku pakai untuk mendaki menghampiri satu teman ku.
14:00 aku mulai menemui kedua teman ku dengan berboncengan.
Sebelum berangkat, enggang bertanya padaku,
Tanya enggang padaku: ga kamu tau uangku??
Balasku: "entah"
Ternyata uangnya sebesar 50rb hilang entah kemana.
Lalu aku menengok jam yang semakin sore seperti seakan akan waktu diputar lebih cepat, aku mulai bergegas berangkat meninggalkan desa sejuta cerita, agar aku bisa melupakan dia, dia yang telah memilih harta dibanding cinta.
Setelah sekitar satu setengah jam aku mengendarai sepeda motor, tiba tiba ban sepeda motor yang di tumpangi lemong dan rimba Bocor di salah satu desa yaitu desa BAYAH.
Aku berhenti sejenak merebahkan pinggang yang terasa sangat pegal sekali, setelah itu kami lanjutkan perjalanan Pukul 05:45 kami memilih mencari mesjid di sepanjang jalan agar kami bisa solat
Alhasil kami tidak menemukan masjid itu
tidak lama kemudian aku dan enggang di depan membawa motor terdengar suara handphone ku? Ternyata lemonk.
Ucap lemonk: kembali lagi aku nyaris mati tadi rem belakang ku tiba tiba blong.
Terpaksa aku harus kembali.
Dan aku menunggu montir yang sedang menyerpis rem belakang motor teman ku, sampai sesudah Maghrib aku Melanjutkan perjalana.
Pukul 20:00 aku hampir sampai di tempat tujuan. Dan kali ini aku yang hampir mati rem motorku mendadak entah mengapa tidak bisa menahan jalan turunuan yang sangat parah itu, alhamdulilah enggang tidak lepas kendali.
Sesampai nya di tujuan aku bergegas menghampiri penjaga pos taman Nasional gunung halimun/salak.
untuk membayar simaksi.
Dan aku menikmati pengalaman itu,
Rimba mulai memasak mie goreng rasa perasaan, pikirku "mengapa aku kembali memikirkan dia?? Sementara aku pergi untuk melupakan dia, ternyata memang benar dia yang selalu ada di pikiranku disetiap detik waktuku, dan aku mulai berpikir "melupakan apa yang harus dilupakan itu bukan pergi" tetapi mengikhlaskan! sedikit ceritaku selebihnya aku buku kan.🙂

Komentar