Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Risau di malam Rindu

Penulis : karya Misbahudin Tanpa angin dan hujan, malam ini semakin terasa dingin layaknya dia yang dekat dalam bayang namun sulit tuk digenggam. Dingin mencekam hatipun risau padanya yang enggan memberi kabar dan yang ku tau memang tidak pantas untuk beri kabar. Hatipun turut gelisah yang tidak karuan dibarengi dengan rindu yang entah kapan punya tujuan. Hujanpun tak kunjung reda seolah memberi isyarat padanya bahwasanya aku membutuhkan kehangatan rindu yang semakin mendingin. Malam pun semakin larut dengan segelas kopi pahit jadi teman dikala sepi menanti dia yang masih dalam hayalan. Wahai angin yang berhembus, buatlah iya sejuk tanpa dingin yang mengigil, dan titip salam padanya buatlah rinduku punya tujuan

SURAT TENTANG INDONESIA

Penulis :Hestiiiap Angin menampar daun jendela Membawa surat lama Yang tersusun rapi melingkar di atas kepala Merupakan cerita tentang Indonesia Memang belum usai ku baca Malam ini, di ranjang tua aku kembali membacanya Di atas ranjang kayu dengan busa Ruangnya sangat lengang Hanya ada figura dua orang Di sudut dinding sebelah kanan Berambut keriting dan berkulit hitam Aku bagai hidup dalam detak jantung kalimat-kalimatnya Di bilik kota setiap pagi Orang-orang berkemeja rapi dan berdasi Sedangkan di desa orang-orang menjinjing matahari Dengan bertelanjang kaki Ada juga lukisan menggurat erat pada lembarnya Adalah wajah amis sehabis disentuh nafas lautan Gadis-gadis menari dengan piring-piring, kipas, dan tombak Ketika menjelang larut malam Namun aku tiba-tiba menggigil dan bergetar Setelah angin rebah dibahu diam-diam Jaket hitam kurapatkan Lalu berjalan menuju trotoar Dari selatan berdenting lonceng gereja Dan asap dupa menguar di pura Sedangkan ...

Bersama Kopiku

Penulis : Uchan_dugg Bukan Puisi mungkin karena untuk kaidah susunan kata pun aku tak pernah tau betul, apalagi untuk kalimat sastra yang menurutku harus punya makom literasi yang tingggi. Ini hanya suara hati saat ku menimmati kopi enath sama yang engkau rasakan seperti apa yang aku alami saat menikmati kopi. ah memang kopiku bukan lagi pembawa inspirasi tapi kopiku juga peredam emosi saat diplomasi. suara keras yang di persiapkan sebelum berjuang luntur hanya karena diajak ngopi, namun gara gara kurang ngopi hajat yang sama berakhir emosi. hayu kuy mari ngopi bersama kopiku. (adm/@newskorib).