Kubuka handphone ku, terlihat suatu notifikasi yang melintas di atas layar handphoneku. Kali ini bukan tentang cinta atau wanita, tetapi tentang persahabatan yang penuh cerita.
Dan kulihat isi pesan Whatsapp
Berjejer chat chat dan perbincangan yang ntah belum ku baca di dalam group chat lama itu, ada satu chat yang menurutku menarik perhatianku, yaitu berkumpul bersama layaknya dulu. Canda dan tawa bercurah di group WhatsApp kelas kala itu.
Dan akhirnya ada seseorang sahabat yang menentukan hari dan tanggal untuk kita semua bertemu. Senin-18-Mei waktu yang sudah ditentukan untuk acara itu
Rasaku ingin cepat bertemu, kurindu sekali canda dan gurau para sahabatku.
Sesampainya di malam senin kubuka kembali whatsapp itu dan semuanya sepakat, Ujar dari satu sahabat: semua sepakat besok acara tidak boleh gagal.
Balas ku :siap ceesss
Tepatnya di bulan puasa, dan aku memilih bukber kali ini kita adakan acara bakar bakar aja ya.
Jawaban dari semua: siap. Dan ada juga yang bilang URANG MAH NGIKUT BAE.
Sesudah itu aku menyiapkan diri agar besok bangun lebih pagi untuk membeli ikan untuk kubawa ke acara nanti
Keesokan harinya. Aku tidak tahu mengapa tubuhku terlalu lelah dan nyaman di ranjang tempat tidur, matakupun juga ikut berat takdisangka akupun sudah telat bangun.
Sekitar Pukul 15:00 sore aku bangun dari tidur panjangku, serontak aku kaget karena aku tidur terlalu lama. Segera aku bergegas ke kamar mandi dan menyiapkan diri. Setelah itu aku langsung pergi mengajak sahabat sedesa ke pasar ikan BINUANGEUN.
Aku yang memainkan handpoen sambil menunggu sahabat menyiapkan diri
Ntah mengapa cuaca yang tidak mendung saat itu dan turunlah air hujan . terpaksa aku menunggu hujan itu reda.
Kuamati perlahan tetes demi tetes air yang turun dari langit. Terlintas dari pikiranku.
Hiduplah seperti hujan yang rela berkali kali jatuh tetapi tidak pernah mengeluh.
Aku menunggu sampai akhirnya waktu sudah menunjukan pukul 17:40 cuaca masih Mendung menurutku aku harus berbuka puasa dirumah sahabatku.
Sampai pukul 20:00 hujan takunjung reda
Ini menurutku cerita yang amat pahit rasanya ingin kubatalkan pertemuan ini.
Terpaksa aku pulang kerumah untuk membawa helm dan jas hujan. Akhirnya aku dengan ke empat sahabatku memaksakan diri untuk berangkat. Ujar temanku kalau kita tidak segera berangkat kita pasti kemaleman Dan tidak ada kemungkinan untuk menunggu hujan reda.
Sesampainya ditempat tujuan kita semua berjabat tangan dan ucapku kalo bukan kerena kalian aku gak mau basah basahan seperti ini semuanya memulai tugas nya masing masing. Ada yang membakar ikan, ada yang memasak nasi, dan ada pula yang sibuk chatingan dan mengetik saling melempar pesan dengan wantia.
Sesudah acara makan makan dilewati,
Semua berkumpul ditengah rumah panggung yang menurutku nyaman sekali.
Semua saling bercerita tentang masa masa sekolah. Dan teringat tentang kejadian kejadian konyol Yang semua pernah kita alami di Masa sekolah.
Ucapku: 3 tahun bukan waktu yang sebentar. Tapi mengapa semua ini cepat terlewati.
Balas seroang sahabat: aku juga merasakan seperti itu. Padahal aku masih ingin merasakan momen momen disekolah.
Momen chat yang menanyakan SIA DIMANA DI KELAS AYA GURU EWEUH ?
Tapi sudahlah karena waktu yang terlalu cepat berlalu mungkin ini sudah waktunya buat kita mengejar setelah kita menemukan jati diri kita masing masing.
Semua menaruh janji LAMUN TOS SARUKSES TONG POHO NYA.
Seiring bejalan waktu dan akhirnya acara berkumpulpun selesai
Dan kita semua menyiapkan diri untuk berpulang ke rumah masing masing. Tidak lupa dengan momen mengabadikan dengan gambar atau sedikit foto yang di ambil. Kita semua kembali berjabatan tangan sebelum perpisahan dan berpulang kerumah masing masing.
02-MEI-2020. Menurutku itu hari perpisahan yang menyedihkan. Perpisahan dipaksakan. Dimana ada pertemuan tapi tidak ada perpisahan di sekolah.
Lulus dengan begitu saja dan tidak ada momen di hari kelulusan.
Dan pesan dariku untuk kalian yang seangkatan. Kalian jangan bersedih karena telah mengalami hal sepertiku. Karena angkatan kita berbeda dari angkatan angkatan sebelum nya. Akan jadi cerita dimana angkatan kita lulus di era sejarah penyakit yang akan teringat sepanjang masa

Komentar