Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label CERPEN

AKHIR CERITA

Karya : Angga Bakri Kubuka handphone ku, terlihat suatu notifikasi yang melintas di atas layar handphoneku. Kali ini bukan tentang cinta atau wanita, tetapi tentang persahabatan yang penuh cerita.  Dan kulihat isi pesan Whatsapp Berjejer chat chat dan perbincangan yang ntah belum ku baca di dalam group chat lama itu, ada satu chat yang menurutku menarik perhatianku, yaitu berkumpul bersama layaknya dulu. Canda dan tawa bercurah di group WhatsApp kelas kala itu. Dan akhirnya ada seseorang sahabat yang menentukan hari dan tanggal untuk kita semua bertemu. Senin-18-Mei  waktu yang sudah ditentukan untuk acara itu Rasaku ingin cepat bertemu, kurindu sekali canda dan gurau para sahabatku. Sesampainya di malam senin kubuka kembali whatsapp itu dan semuanya sepakat, Ujar dari satu sahabat: semua sepakat besok acara tidak boleh gagal.  Balas ku :siap ceesss Tepatnya di bulan puasa, dan aku memilih bukber kali ini kita adakan acara bakar bakar aja ya. ...

Sebelah mata tak cukup memperoleh makna

Oleh  Ayuni Afrilliani " كيف اخاف من الفقير و انا عبد الغني " _Bagaimana aku takut dengan kemiskinan sedangkan aku adalah hamba dari sang maha kaya_ Pernah gak nemu tulisan ini di gerobak abang abang penjual di jalanan? Di gerobak kholah penjual syai? Atau di baqolah² di pasar?  Awal nya acuh sama tulisan itu, baca sekilas dan gak berpikir untuk mau tahu. Iya bodoh kali akal ini padahal aku di karuniai mata sempurna untuk melihat dan kecakapan bahasa untuk memaknai. Dan sekarang.  Aku tahu betapa indah makna yang bisa di ambil dari situ yaitu hidup di dunia tidak memandang siapa yang kaya dan siapa yang berkecukupan karna kekayaan hanya milik Allah semata, Dan jangan pernah takut akan kemiskinan karna kita adalah hamba dari Dzat yang maha kaya. Bagi mereka yang berfikir bahwa kekayaan bukan hal yang harus di perebutkan dan tidak takut akan jatuh miskin, merekalah orang orang yang sadar bahwa kekayaan hanyalah titipan semata, karna itulah pe...

Perjalanan bersama Kawan berjuang

Penulis : BAKRI CERPEN Sedikit dokumentasi tentang perjalanan ini. Membaca tidak akan membuang waktumu dengan sia sia! Terbangun dari tidurku dan bermimpi entah itu mimpi apa terasa tidak jelas, Aku menengok teras hanya ada buku dan puntung rokok sisa semalam ditemani gitar tuaku. Lalu kulihat ibuku yang sedang membersihkan halaman rumah, Akupun bergegas pergi ke kamar mandi 12:00 kumulai menggendong ranselku Dan memakai pakaian yang biasa aku pakai untuk mendaki menghampiri satu teman ku. 14:00 aku mulai menemui kedua teman ku dengan berboncengan. Sebelum berangkat, enggang bertanya padaku, Tanya enggang padaku: ga kamu tau uangku?? Balasku: "entah" Ternyata uangnya sebesar 50rb hilang entah kemana. Lalu aku menengok jam yang semakin sore seperti seakan akan waktu diputar lebih cepat, aku mulai bergegas berangkat meninggalkan desa sejuta cerita, agar aku bisa melupakan dia, dia yang telah memilih harta dibanding cinta. Setelah sekitar satu setengah j...