Penulis :Hestiiiap
Angin menampar daun jendela
Membawa surat lama
Yang tersusun rapi melingkar di atas kepala
Merupakan cerita tentang Indonesia
Memang belum usai ku baca
Malam ini, di ranjang tua aku kembali membacanya
Di atas ranjang kayu dengan busa
Ruangnya sangat lengang
Hanya ada figura dua orang
Di sudut dinding sebelah kanan
Berambut keriting dan berkulit hitam
Aku bagai hidup dalam detak jantung kalimat-kalimatnya
Di bilik kota setiap pagi
Orang-orang berkemeja rapi dan berdasi
Sedangkan di desa orang-orang menjinjing matahari
Dengan bertelanjang kaki
Ada juga lukisan menggurat erat pada lembarnya
Adalah wajah amis sehabis disentuh nafas lautan
Gadis-gadis menari dengan piring-piring, kipas, dan tombak
Ketika menjelang larut malam
Namun aku tiba-tiba menggigil dan bergetar
Setelah angin rebah dibahu diam-diam
Jaket hitam kurapatkan
Lalu berjalan menuju trotoar
Dari selatan berdenting lonceng gereja
Dan asap dupa menguar di pura
Sedangkan di seberang jalan ada lelaki berpeci
Menuntun anak kecil berkepang dua menuju vihara
Dengan lilin-lilin menyala di matanya
Kata-kata surat itu masih mengendap
Dalam kepalaku, aku berharap
Tak ada abjad yang tanggal
Tak ada ratap kebencian berjatuhan
Indonesia adalah perahu yang berlayar
Menuju dermaga teduh, di hatimu
@(ADMNEWSKORIB).

Komentar